Curhatan ini berdasarkan dari kejadian beberapa jam lalu di salah satu grup komunitas belajar desain.
Seiring berjalannya waktu dan sudah mulai maraknya teknologi kecerdasan buatan, para pembuat vektor menghilang secara perlahan-lahan, aku tak tahu mengapa aku ingin mengetikkannya disini namun bukan di blog utama atau di suatu tempat. Sejak postinganku ramai kemarin, ada beberapa member yang tergugah dan bersemangat untuk memposting karya mereka, ada yang mendapat komentar positif dan adapun negatif. Namun di komentar yang negatif alih-alih ingin ngajak ribut denganku, rupanya tidak ternyata sama member lain yang menurutku dia adalah teman dekatnya si pemilik postingan itu.
Rupanya si pemilik akun itu ada rasa iri pada orang itu, sehingga dia tidak terima kalau akunnya dia dibisukan. Dan akupun terpaksa berkomentar walaupun aku bukan pemiliknya, kalau sebenarnya artstyle seperti ini udah beredar di Internet.